Sejak diresmikan Maret 2017 lalu, Bale Panyawangan Diorama Nusantara Purwakarta hingga kini awet menjadi tujuan wisata edukasi favorit.

Kesan membosankan tidak akan ditemui selama berkeliling di museum yang dilengkapi teknologi canggih ini.

Sobat Traveler bisa menyaksikan informasi melimpah tentang sejarah Purwakarta sekaligus Indonesia mulai dari zaman pra sejarah, kolonial hingga setelah merdeka.

Alasan itulah yang menyebabkan destinasi ini dinamai Panyawangan karena pengunjung bisa melihat/menerawang ke masa lalu.

Alamat dan Tiket Masuk Diorama Nusantara Purwakarta

Diorama Nusantara berlokasi di Jalan K.K. Singawinata, Nagri Tengah, Purwakarta, Jawa Barat. Tempatnya cukup dekat dijangkau dari Taman Air Mancur Sri Baduga. Akses menuju destinasi wisata ini sangat mudah karena lokasinya strategis di pusat kota.

Ada banyak angkutan umum yang bisa Sobat Traveler pilih untuk menuju ke Bale Panyawangan. Menggunakan kendaraan pribadi juga tidak masalah karena akses yang dilewati berupa jalan besar. Berapa tiket masuknya? Tiket masuk Diorama Nusantara gratis untuk semua pengunjung.

Fasilitas dan Jam Buka Diorama Nusantara

Pengelola museum menyediakan fasilitas yang sangat memadai sehingga membuat para pengunjung nyaman selama berkeliling. Beberapa fasilitas utama yang ada, yaitu:

  • Toilet;
  • Area parkir yang luas;
  • Tempat duduk;
  • Tim pemandu untuk menjelaskan informasi secara detail.

Pemandu atau guide yang ada di Bale Panyawangan ini sangat ramah, lo. Saat Sobat Traveler memasuki pintu depan, pemandu yang berpakaian adat Sunda akan langsung menyambut dengan sumringah sambal mengucapkan salam dalam bahasa Sunda “Sampurasun”.

Kapan Bale Panyawangan Purwakarta bisa dikunjungi? Berikut jam operasional Diorama Nusantara Purwakarta sebagai referensi:

  • Jam buka Selasa – Minggu, mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB;
  • Khusus hari Senin, Diorama Nusantara tutup;
  • Jam 12.00 WIB, museum ditutup sementara karena jam istirahat, kemudian dibuka lagi pada jam 13.00 WIB;
  • Biasanya jam buka lebih lama pada akhir pekan karena menyesuaikan dengan jumlah pengunjung yang seringnya membludak.

4 Daya Tarik Bale Panyawangan Diorama Nusantara Purwakarta

Berwisata ke Diorama Nusantara sangat seru karena bisa melihat perkembangan sejarah Nusantara dan Purwakarta dari zaman dahulu hingga sekarang.

Sobat Traveler akan dimanjakan oleh penyajian diorama yang mengkombinasikan antara seni, teknologi modern dan arsip.

Apa saja hal yang menarik di destinasi wisata edukasi ini?

1.   Bale Diorama Purwakarta

Diorama Nusantara Purwakarta terdiri dari beberapa ruang atau bale, salah satunya adalah bale yang menyajikan sejarah Purwakarta dari masa ke masa.

Pihak pengelola menggunakan teknologi digital untuk menampilkan perkembangan sejarah sehingga tidak membosankan untuk dilihat.

Ada 2 ruangan yang memiliki koleksi berbeda yakni Bale Prabu Maharaja Linggabuana dan Prabu Niskala Wastukancana. Berikut isi di setiap bale tersebut:

  1. Bale Prabu Maharaja Linggabuana merupakan ruangan berisi informasi lengkap tentang sejarah Tatar Sunda. Istilah Tatar Sunda disebut juga Tanah Sunda yang berhubungan dengan histori Kerajaan Sunda;
  • Bale Prabu Niskala Wastukancana adalah ruangan yang terkenal dengan sebutan Hall of Fame. Sobat Traveler akan melihat deretan para pemimpin Purwakarta dari masa ke masa.

2.   Bale Diorama Nusantara

Tidak cukup hanya informasi tentang Purwakarta secara khusus, ada juga ruangan yang menampilkan diorama Nusantara yang tidak boleh dilewatkan. Diorama yang bertemakan sejarah Nusantara terbagi menjadi 7 ruangan atau hall, antara lain:

  1. Hall Prabu Dewaniskala. Bale ini berisi tentang sejarah pada masa VOC dan Hindia Belanda sekitar tahun 1620 sampai dengan 1799;
  • Hall Prabu Ningratwangi. Bale ini merupakan ruangan yang menampilkan sejarah pada zaman Hindia Belanda sekitar tahun 1800 sampai dengan 1942;
  • Hall Prabu Jayaningrat. Bale ini adalah ruangan yang menampilkan gambaran pada masa pendudukan Jepang dan pergerakan nasional di Indonesia;
  • Hall Prabu Ratudewata. Bale ini menampilkan informasi yang lengkap dan menarik berupa masa perjuangan setelah Indonesia berhasil mendapatkan kemerdekaan. Mulai dari peristiwa penculikan ke Rengasdengklok hingga demokrasi liberal;
  • Hall Prabu Nilakendra. Sobat Traveler bisa melihat kondisi pada zaman demokrasi terpimpin yang berlangsung mulai dari 1959 sampai dengan tahun 1967;
  • Hall Prabu Surawisesa. Ruangan ini berisi gambaran pada masa pemerintahan yang berlangsung antara 1968 hingga 1998. Selain itu, masa reformasi pada tahun 1998 hingga masa sekarang juga bisa diperlihatkan di bale tersebut;
  • Hall Ki Pamanah Rasa. Ruangan ini khusus dibuat untuk memperlihatkan Digjaya Purwakarta Istimewa antara tahun 2008 sampai dengan 2018. 

Pada setiap bale atau hall, Sobat Traveler akan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang Purwakarta di zaman-zaman tersebut sekaligus kondisi Indonesia secara umum. Semua informasi disajikan dengan cara yang menarik dan modern, dijamin betah! 

3.   Bale Koleksi Wayang dan Foto Virtual

Diorama Nusantara Purwakarta punya banyak koleksi wayang, terutama wayang golek yang merupakan warisan asli Jawa Barat. Budaya Sunda tersebut terpampang jelas dan terawat dengan baik di Bale Panyawangan ini.

Selain keseruan melihat wayang golek, ada kegiatan lain yang wajib dicoba yakni berfoto langsung dengan Bupati Purwakarta.

Tenang, Sobat Traveler tidak perlu mengantri lama karena sesi foto dilakukan secara virtual dengan teknologi canggih.

Jadi, setiap pengunjung yang ingin foto, cukup mendekat ke mesin sensor untuk berfoto secara virtual dengan Pak Bupati.

Asyiknya lagi, kamu bisa berfoto memakai pakaian adat Sunda dengan bantuan sensor foto interaktif. Canggih sekali, kan?

4.   Sepeda Onthel Virtual

Kalau sudah puas berfoto pakai pakaian adat Sunda, maka saatnya untuk mencoba keliling Indonesia. Bagaimana caranya?

Tidak perlu keluar uang banyak karena Bale Panyawangan sudah menyediakan fasilitas jalan-jalan virtual dengan sepeda onthel keliling Indonesia.

Kegiatan menyenangkan lain yang wajib Sobat Traveler lakukan yakni mengunjungi ruangan Multimedia Archipelago. Saat memasuki ruangan tersebut, tersedia banyak informasi tentang proses pembentukan benua, kepulauan di Nusantara dan sejarah manusia purba.

Sejarah Singkat Bale Panyawangan Purwakarta

Ternyata bukan hanya pengunjung lokal yang datang, tetapi para wisatawan asing pun kerap terlihat berkeliling di area Bale Panyawangan.

Sejarah Diorama Nusantara Purwakarta sangat berhubungan dengan Gedung Kembar yang merupakan bangunan zaman kolonial.

Gedung Kembar dibangun sekitar abad ke-19 sebagai landmark untuk memperindah Purwakarta yang merupakan ibukota Karesidenan.

Sebelum berakhir menjadi bangunan museum, Gedung Kembar sudah melewati sejarah panjang, dan beralih fungsi berkali-kali.

Menurut sejarah, Gedung tersebut pernah dijadikan sebagai gerbang menuju stasiun kereta api, studio foto selama Jepang berkuasa, markas BKR, kantor sekretariat koperasi hingga kantor polsek. Akhirnya, Gedung dipugar atas perintah Bupati Dedi Mulyadi untuk dijadikan sebagai museum.

Keputusan untuk menjadikan gedung yang penuh sejarah tersebut sebagai museum memang tepat. Dengan menggunakannya sebagai museum, maka Gedung Kembar tetap memainkan peran penting di Purwakarta dan tetap menjadi bagian dari sejarah panjang Nusantara.

Pembangunan Diorama Nusantara memang sengaja dikombinasikan dengan sistem digital. Selain lebih praktis, sistem digital menyingirkan kesan kuno dan membosankan yang sering dilekatkan masyarakat ke sebuah museum.

Diorama Nusantara Purwakarta merupakan destinasi wisata edukasi yang cocok untuk semua umur. Sobat Traveler bisa mempelajari banyak hal tentang sejarah Purwakarta dan Indonesia melalui penyajian yang modern. Lokasinya strategis, tiket masuknya gratis dan fasilitasnya lengkap

Review wisata bale diorama nusantara purwakarta

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *